Google+

Mineral Optik

Tinggalkan komentar

Oktober 22, 2012 oleh alfredsteven

     Mineral optik merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang mineral yang terkandung pada suatu batuan. Mineral optik membahas tentang mineral- mineral pada batuan dalam bentuk monomineral. Salah satu tujuan mempelajari mineral optik ialah untuk untuk mengetahui cara menentukan sifat-sifat optik mineral, serta mengenal mineral secara mikroskopik.

     Alat yang digunakan dalam pengamatan mineral mikroskopis adalah Mikroskop Polarisasi sedangkan bahan yang diamati ialah sayatan mineral.

                                              contoh sayatan mineral
                                               mikroskop polarisasi

     Deskripsi optis pada mineral merupakan hal yang vakum dalam pembelajaran mineral optik,yakni:

NIKOL SEJAJAR (Plane Polarized Light/PPL)

Warna

Warna mineral adalah pencerminan dari data serap atau absorpsi panjang gelombang tertentu dari cahaya atau sinar yang masuk khususnya untuk mineral yang teransparant yang bersifat anisotropik2 jenis warna:
A. Opak : mineral tidak tembus cahaya. Dilihat dengan mikroskop refleksi. Warna: hitam. Suatu obyek yang berwarna hitam akan menyerap semua sinar yang mengenainya.
B. Mineral tidak tembus cahaya : apabila diberi cahaya akan menampilkan bermacam warna. Dengan mikroskop polarisasi.
1. Isotrop : dipantulkan kesegala arah dengan kecepatan sama.
2. Anisotrop : dipantulkan kesegala arah dengan kecepatan berbeda.
C. Semua obyek yang warna putih akan memantulkan seluruh warna yang datang dan hanya sebagian kecil yang terpantulkan, ssehingga tampak memperlihatkan warna kelabu.

Bentuk

Pada pengamatan bentuk mineral secara optik mikroskopik, maka bentuk yang dapat kita amati adalah bentuk mineral dalam kondisi dua dimensi, tetapi dengan bantuan struktur dalam mineral yang dapat teramati seperti halnya bidang belah atau “cleavage”,maka kita dapat mentafsirkan akan struktur kristal dari mineral tersebut.
Dengan demikian berdasarkan kenampakan bentuk mineral dalam kondisi 2 dimensi, maka kita dapat merefleksikannya kedalam bentuk kondisi 3 dimensi.
Bentuk mineral yang dapat diamati:
– Perismatik : bila belahan tampak sejajar
a. Prismatik euhedral
b. Prismatik subhedral
c. Prismatik anhedral
– Kubik :memliki sumbu 2 arah dan saling tegak lurus.
– Rhombik : sumbu-sumbunya dapat saling tegak lurus atau tidak,bentuknya biasanya segienam.
– Polygonal:bentuk dan belahan tidak karuan panjang sisi tidak sama

Pleokroisme

Pleokroisme merupakan warna yang terjadi (bila meja mikroskop diputar 360 ), karena adanya perbedaan daya absorpsi dari sumbu-sumbu kristal terhadap kedudukan analisator dan polarisator.
Macam-macamnya:
– Dikroik :biasanya dimiliki oleh mineral-mineral yang mempunyai sistem krista; trigonal dan hexagonal pada perputaran antara 0 -90 terjadi 2 kali.
– Trikroik: biasanya dimiliki oleh mineral-mineral yang mempunyai sistem kristal orthorombik, triklinik, monoklin. warna pleokroik ini tergantung pada sumbu X,Y,Z.

Indeks Bias

Indeks bias adalah suatu angka (konstanta) yang menunjukan perbandingan antara sinus sudut datanh dan sinus sudut pantul ; (n=sin i/sin r =l/v ) . indeks bias juga merupakan fungsi dari sinar didalam medium yang berbeda.
Pengukuran indeks bias dapat dilakukan secara relatif dengan memperhatikan relief dan dibandingkan dengan pergerakan garis becke,atau secara absolut dengan menggunakan minyak imersi.
Semua kristal yang bersistem isometrik tergolong sebagai zat isotropik dengan demikian mempunyai satu harga indeks bias (nω dan nε ), sedangkan yang bersistem orthorombik, monoklin, atau triklin,mempunyai tiga harga indeks bias [nα nβ ,dan nγ ].

Relief

Relief merupakan kenampakan yang timbul akibat perbedaan indeks bias antara suatu media dengan media yang mengitarinya. Dengan kata lain, bahwa cahaya yang keluar dari suatu media kemudian masuk ke media lain yang mempunyai harga indeks bias yang berbeda, maka akan mengalami pembiasan/pemantulan pada batas sentuhan antara kedua media tersebut. Semakin besar perbedaan indeks bias kedua bahan, kama semakin jelas/ menonjol bidang batas antara keduanya.jika dua bahan tersebut, mempunyai harga indeks biasnya sama, maka bidang batasnya akan tidak nampak sama sekali.

NIKOL SILANG (Cross Polarized Light/XPL)

Bias Rangkap (Bire Fringence)

Biasrangkap adalah angka yang menunjukan perbedaan indek bias sinar ordiner dan extraordiner .
Faktor yang mempengaruhi:
a. Macam sayatan (//c atau hampir // c ).
b. Ketebalan sayatan
c. Macam sinar yang masuk,dimana setiap sinar yang msuk mempunyai panjang gelombang yang berbeda.

Orientasi

Orientasi mineral merupakan hubungan antara arah-arah sumbu optik dengan sumbu-sumbu kristallografinya.
Tujuannya : penentuan orientasi mineral ini digunakan untuk dapat mengetahui kedudukan sumbu-sumbu indikatriks di dalam suatu mineral.
Macam-macam orientasi: berdasarkan tingkat perbedaan kecepatan cahaya yang merambat didalam mineral yang anisotopik.
1. Orientasi “length slow” berarti bahwa sumbu terpanjang indikatrik getaran sianr lambat (γ) sejajar (//) sumbu C sebagai arah sumbu terpanjang kristal.
2. Orientasi “length fast” berarti bahwa sumbu terpanjang indikatrik (γ) tegak lurus sumbu C atau (γ) hampir tegak lurus sumbu C.adanya 2 alternatif:
a. Gejala addisi
b. Gejala subtraksi

Pemadaman

Pemadaman merupakan proses penggelapan yaitu akibat perulangan pembiasan yang terjasi yang diperoleh dengan merubah-rubah posisi mineral terhadap kedudukan analisator dan polarisator. Jadi pemadaman dapat terjadi apabila sumbu-sumbu indikatriks mineral sejajar atau tegak lurus dengan bidang-bidang getar polarisator dan analisator.
– Macam-macam pemadaman
Berdasarkan posisi atau kedudukan pemadaman mineral terhadap analisator dan polarisator dapat dibagi atas:
1. Pemadaman paralel= Bila pemadaman terjadi pada posisi 45-90 (derajat)
2. Pemadaman miring= Bila pemadaman terjadi pada posisi <45 (derajat)
3. Pemadaman simetris= Bila pemadaman terjadi pada posisi 45 (derajat)

Kembaran

Kembaran adalah kenampakan pada mineral akibat adanya /tumbuhnya 2 kristal bersamaan pada proses pengkristalan.
Hal ini diakibatkan adanya deformasi/tekanan.kenampakan ini hanya d tunjukan oleh mineral plagioklas.dengan kata lain merupakan pemadaman khusus mineral plagioklas.
A. Macam –macam jenis kembaran mineral Plagioklas Kembaran albit : dicirikan oleh kembaran selang –seling antara gelap dan terang dalam jumlah yang relatif cukup banyak.
1. Kembaran carlsbad: yang dicirikan oleh kembaran berupa pasangan gelap dan terang dalam jumlah yang tidak lebih dari satu pasangan.
2. Kembaran Carlsbad-Albit: yang dicirikan oleh kombinasi antara carlsbad dan Albit.

B. Metoda kurva F.E,Wright digunakan untuk menentukan jenis mineral plagioklas kembaran kombinasi Carlsbad-Albit

 

Untuk melihat identifikasi mineral optik secara deskriptif lihat TKP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Diary

Everyting Changes

Dongeng Geologi

Geologi Lingkungan, Energi dan Kebencanaan

GEOBALL'S BLOG

coretan seorang mahasiswa geologi pendobrak keterbatasan hidup

Jangwahyu's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Son_Earth's Zone : The Last Geolog in the World

Kita belajar mempelajari bumi bukan untuk menyembah bumi!!! Tapi untuk lebih mendekatkan diri pada ALLOH

Fadlin Blog's

Geology is no limit " The present is the key to the past and the future "

Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Welcome !

Thanks for visiting my geological site

www.sepeda.wordpress.com

STOP JUAL SEPEDA KUNO KE LUAR NEGERI

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: